Sajadah Cinta
Ia saleh, lugu dan sederhana serupa
ayahnya. Keluarganya harmonis dan sejahtera. Tidak seperti keluargaku yang
carut marut lantaran ibu dan bapakku telah pisah setelah aku lulus SMA. Peristiwa
4 tahun lalu itu menjadikanku trauma berat dan membekukan niatku untuk
menyempurnakan separuh agamaku, menikah dan membina sebuah keluarga yang sakinnah mawaddah wa rahmah.
Kini
aku tengah menempuh semester 8 di Program Studi Pendidikan Biologi dan tinggal
sedikit lagi, aku akan menyandang gelar S.Pd (Sarjana Pendidikan). Ya, dua
minggu lagi aku akan wisuda, tapi perasaan bahagia ini sirna seketika tatkala
aku memikirkan masa depanku. Keluargaku, terutama bapak yang saat ini tinggal
bersamaku seringkali menyinggung masalah pernikahanku. Kapan nikah? Sudah ada pandangan kah? Pertanyaan-pertanyaan itu
semakin membuatku geram dan kesal. Namun aku sadar bahwa menikah adalah
perintah-Nya dan sunnah Rasulullah SAW yang harus dilaksanakan. Tapi, bagaimana
dengan trauma ini? Semakin dewasa, trauma ini semakin mencekam niat mulia itu.
_____ Bersambung ______
Selengkapnya bisa dibaca disini :
#Cerpen_2015
#Tipis-tipis mengukir cerita romansa hhe

_____ Bersambung ______
Selengkapnya bisa dibaca disini :
#Cerpen_2015
#Tipis-tipis mengukir cerita romansa hhe



Komentar
Posting Komentar