Melukis Kesempurnaan Pelangiku
Kala sang surya menampakkan
wajahnya, kulit langit yang hitam mengelupas oleh cahaya terang matahari dan
berganti biru yang mencerahkan pagi. Hamparan bumi hijau menyegarkan udara yang
membalut bumi: sejuk. Tetesan embun pada daun talas adalah gambaran kebeningan
pagi yang tengah berlangsung. Burung-burung menari-nari di angkasa, syair
merdunya menambah eksotisme pagi ini.
____
Alhamdulillah, cerpen ini dibuat berdasarkan kisah nyata si penulis @Khaaifa_Yeni tentang pengalaman suka dan dukanya dalam dunia kepenulisan. Baginya menulis adalah senja dalam hidupnya yang menebarkan warna: ceria.
Cerpen ini dipersembahkan khusus untuk LSO CENDEKIA FKIP UMM karena berawal dari rumah pena inilah Khaaifa Yeni terdorong untuk berkarya dan mengabadikan setiap perjalanan dan perjuangan kepenulisannya lewat rangkaian aksara.
Kata mutiara spesial yang ditulis Khaaifa Yeni dalam cerpen ini yaitu :
Menulis itu ibarat melukis pelangi, saat semuanya warna telah ditorehkan maka akan tampak warna-warni pelangi yang begitu indah. Hal inilah yang menjadikan sumber kekuatanku untuk terus berkarya dan tak kan membiarkan penaku mengering sebelum menorehkan me-ji-ku-hi-bi-ni-u (merah-jingga=kuning-hijau-biru-ungu) di langit impian.
..........
Terimakasih Penerbit Mafaza Media atas hadiah kelolosan dalam event "Aku Kan Terus Menulis Hingga Jantung Tak Lagi Kembang Kempis.
#Karya_2015

____
Alhamdulillah, cerpen ini dibuat berdasarkan kisah nyata si penulis @Khaaifa_Yeni tentang pengalaman suka dan dukanya dalam dunia kepenulisan. Baginya menulis adalah senja dalam hidupnya yang menebarkan warna: ceria.
Cerpen ini dipersembahkan khusus untuk LSO CENDEKIA FKIP UMM karena berawal dari rumah pena inilah Khaaifa Yeni terdorong untuk berkarya dan mengabadikan setiap perjalanan dan perjuangan kepenulisannya lewat rangkaian aksara.
Kata mutiara spesial yang ditulis Khaaifa Yeni dalam cerpen ini yaitu :
Menulis itu ibarat melukis pelangi, saat semuanya warna telah ditorehkan maka akan tampak warna-warni pelangi yang begitu indah. Hal inilah yang menjadikan sumber kekuatanku untuk terus berkarya dan tak kan membiarkan penaku mengering sebelum menorehkan me-ji-ku-hi-bi-ni-u (merah-jingga=kuning-hijau-biru-ungu) di langit impian.
..........
Terimakasih Penerbit Mafaza Media atas hadiah kelolosan dalam event "Aku Kan Terus Menulis Hingga Jantung Tak Lagi Kembang Kempis.
#Karya_2015


Komentar
Posting Komentar