Harmonisasi Karya
Bagaimana jika kamu bertemu seseorang yang memiliki hobi yang sama denganmu dan mereka adalah guru semasa SMP mu?
Yaps.... seperti ini jadinya, berpadu dalam sastra sains.
Faktanya, ketiga guru IPA SMP ku ini pada suka menulis loh.. Ntah itu puisi, cerpen atau pun karya ilmiah. Seperti halnya aku yang juga suka menulis semenjak masuk kuliah. Tapi lebih condong ke tulisan fiksi sih.. hehe. Aku mengetahui hobi ketiga guru IPA SMP ku ini, setelah aku tergabung dalam group kepenulisan yang dipandu oleh mbak Rahma Alief. Sederhana saja, siapapun yang ada di group itu dipersilahkan menulis apapun itu asal tidak mengandung sara. Uniknya, siapapun dilarang melakukan percakapan atau pun sekadar komentar. Hihi.. Jadi di dalam group, murni berisi luapan ide anggota group yang ditumpahkan ke publik dalam bentuk rangkaian aksara.
Sehari, dua hari, dan hari-hari berikutnya semakin terlihat bahwa syair ketiga guru ku ini bukan sembarang syair. Karena melibatkan ilmu sains dalam mempercantik tulisannya. Menggandeng kata-kata ilmiah, fenomena alam, hingga rumus-rumus fisika. Keren ya? Inilah yang dinamakan sastra sains.
Siapakah ketiga guru SMP ku ini?
1. Bu Teh Wulan. Beliau adalah guru yang mengajar mata pelajaran Fisika. Karya-karyanya penuh dengan hukum Newton dan kawan-kawan sampai syair berbahasa sunda. Keren bu.
Masih ingatkah dengan saya bu? Siswa yang pernah mengecewakan ibu saat MOS. Masih hangat ingatan itu, saat Bu Wulan meminta saya untuk mendemonstrasikan Energi Listrik di depan siswa-siswi baru. Saat itu, dengan ringan saya menolak tawaran ibu dan akhirnya diganti dengan Puput (teman sekelas). Alasan saya saat itu karena sakit, tapi sebenarnya bukan karena sakit bu. Tapi, karena tidak percaya diri dan malu. Yah, saya saat SMP adalah anak yang sangat pemalu dan peminder. Begitu ya bu? Tampil dimuka umum saja gak berani. Ahlinya diam seribu bahasa. Eh, jadi ketahuan nih alasan saya yang sebenarnya. Sekali lagi mohon maaf ya bu?. Ada lagi yang paling berkesan adalah saat pelajaran Fisika dan KIR Fisika. Yaps.. bu Wulan adalah orang pertama yang membuat saya suka banget dengan rumus-rumus Fisika dan derivatnya. Sekali diberikan materi oleh beliau, hmm... langsung menjadi titik ledak untuk mencintai materinya. Dulu, beberapa kali main kerumah bu Wulan dan juga pernah ditraktir bakso diseberang jalan. Alhamdulillah rezeki anak shalihah ya bu? Hmm.. sekarang apakah orangnya masih jualan bakso bu? Hehe.
2. Bu Murni Maniez. Beliau adalah guru yang mengajar mata pelajaran Biologi saat saya berada di kelas 2. Karya-karyanya penuh dengan fenomena alam nan syahdu. Keren bu. Masih ingatkah dengan saya bu? Siswa pendiam yang gak begitu terkenal. Bahkan bu Murni mungkin lupa kalau Bu Murni pernah menjadi wali kelas saya. Apa benar bu? Dulu, saya gak suka banget Biologi, tapi kehadiran bu Murni memberi kesejukan dalam pikiran saya. Meski sejujurnya tetap saja ndak begitu suka pelajarannya. Sukanya sama gurunya saja. Hehe. Hmm... saat bu Murni masuk menjadi guru di SMP Muhammadiyah 8 Batu, bu Murni fresh graduate dan saat menjadi wali kelas saya, bu Murni menikah. Nah,, saya dan teman-teman hadir dalam pernikahan bu Murni. Rombongan sekelas, senang rasanya melihat bu Murni menggenapkan separuh agama kala itu. Semoga sakinnah mawaddah wa rahmah hingga jannah-Nya bu (Aamiin). Satu hal yang berkesan dan tersimpan rapi dimemori saya, paraf bu Murni bertuliskan Pure yang artinya murni. Sangat kreatif bu..
3. Pak Mohamad Samsudi. Beliau adalah guru yang mengajar mata pelajaran Biologi juga saat saya berada di kelas 1 dan kelas 3. Karya-karyanya penuh dengan oase kelembutan dan ketangguhan hingga tembang jawa. Keren pak. Masih ingatkah dengan saya Pak? Siswa ingusan yang suka bermain pepohonan dan rerumputan. Ya, karena saya adalah anggota KIR Biologi yang dibina bapak kala itu. Yang saya ingat, kita pernah menstek batang dan mencangkok pohon di depan kelas 8 B. Seru pak, yang tadinya saya gak suka banget Biologi jadi suka otak atik Botani. Penyampaian materi dari bapak juga bagus banget. Tapi tetap saja waktu itu yang namanya pelajaran Biologi adalah pelajaran yang tidak saya sukai. Meski diluar sana bercocok tanam telah mengait hati saya.. Wajar kali ya pak, kan anaknya petani. Hehe.
Masih ingatkah dengan saya bu? Siswa yang pernah mengecewakan ibu saat MOS. Masih hangat ingatan itu, saat Bu Wulan meminta saya untuk mendemonstrasikan Energi Listrik di depan siswa-siswi baru. Saat itu, dengan ringan saya menolak tawaran ibu dan akhirnya diganti dengan Puput (teman sekelas). Alasan saya saat itu karena sakit, tapi sebenarnya bukan karena sakit bu. Tapi, karena tidak percaya diri dan malu. Yah, saya saat SMP adalah anak yang sangat pemalu dan peminder. Begitu ya bu? Tampil dimuka umum saja gak berani. Ahlinya diam seribu bahasa. Eh, jadi ketahuan nih alasan saya yang sebenarnya. Sekali lagi mohon maaf ya bu?. Ada lagi yang paling berkesan adalah saat pelajaran Fisika dan KIR Fisika. Yaps.. bu Wulan adalah orang pertama yang membuat saya suka banget dengan rumus-rumus Fisika dan derivatnya. Sekali diberikan materi oleh beliau, hmm... langsung menjadi titik ledak untuk mencintai materinya. Dulu, beberapa kali main kerumah bu Wulan dan juga pernah ditraktir bakso diseberang jalan. Alhamdulillah rezeki anak shalihah ya bu? Hmm.. sekarang apakah orangnya masih jualan bakso bu? Hehe.
2. Bu Murni Maniez. Beliau adalah guru yang mengajar mata pelajaran Biologi saat saya berada di kelas 2. Karya-karyanya penuh dengan fenomena alam nan syahdu. Keren bu. Masih ingatkah dengan saya bu? Siswa pendiam yang gak begitu terkenal. Bahkan bu Murni mungkin lupa kalau Bu Murni pernah menjadi wali kelas saya. Apa benar bu? Dulu, saya gak suka banget Biologi, tapi kehadiran bu Murni memberi kesejukan dalam pikiran saya. Meski sejujurnya tetap saja ndak begitu suka pelajarannya. Sukanya sama gurunya saja. Hehe. Hmm... saat bu Murni masuk menjadi guru di SMP Muhammadiyah 8 Batu, bu Murni fresh graduate dan saat menjadi wali kelas saya, bu Murni menikah. Nah,, saya dan teman-teman hadir dalam pernikahan bu Murni. Rombongan sekelas, senang rasanya melihat bu Murni menggenapkan separuh agama kala itu. Semoga sakinnah mawaddah wa rahmah hingga jannah-Nya bu (Aamiin). Satu hal yang berkesan dan tersimpan rapi dimemori saya, paraf bu Murni bertuliskan Pure yang artinya murni. Sangat kreatif bu..
3. Pak Mohamad Samsudi. Beliau adalah guru yang mengajar mata pelajaran Biologi juga saat saya berada di kelas 1 dan kelas 3. Karya-karyanya penuh dengan oase kelembutan dan ketangguhan hingga tembang jawa. Keren pak. Masih ingatkah dengan saya Pak? Siswa ingusan yang suka bermain pepohonan dan rerumputan. Ya, karena saya adalah anggota KIR Biologi yang dibina bapak kala itu. Yang saya ingat, kita pernah menstek batang dan mencangkok pohon di depan kelas 8 B. Seru pak, yang tadinya saya gak suka banget Biologi jadi suka otak atik Botani. Penyampaian materi dari bapak juga bagus banget. Tapi tetap saja waktu itu yang namanya pelajaran Biologi adalah pelajaran yang tidak saya sukai. Meski diluar sana bercocok tanam telah mengait hati saya.. Wajar kali ya pak, kan anaknya petani. Hehe.
Itulah sekilas cerita tentangku dan ketiga guruku yang suka menulis. Alhamdulillahnya, setelah beberapa tahun tidak bertemu (mungkin akunya yang durhaka ya ndak pernah nengok ke SMP) akhirnya kami pun dipertemukan-Nya dalam moment yang berbeda namun tetap dalam kehangatan Sang Surya. Dimana aku menjadi aktivis Nasyiatul Aisyiyah Bumiaji dan bu Wulan, bu Murni serta pak Samsudi yang semakin berkilau di perguruan Muhammadiyah. Hanya saja saat ini pak Samsudi tidak lagi mengajar di SMP Muhammadiyah 8 Batu akan tetapi di SMP Muhammadiyah 2 Sidomulyo Batu. Beberapa kali bertemu dalam sebuah agenda, semakin menginspirasiku. Betapa aku ingin seperti mereka yang kiprahnya di Muhammadiyah sungguh luar biasa. Bukan hanya menjadi guru kurikuler saja tapi juga aktif di ortom seperti Aisyiyah dan Hizbul Wathan. Jujur, sejak SMP ketiga guruku ini adalah guru idaman, inspirator dan motivator handal bagiku. Belum lagi beliau-beliau ini pandai merangkai kata menjadi kalimat yag penuh makna. Semoga kelak bisa menerbitkan buku bersama-sama (Aamiin).


Komentar
Posting Komentar