Improvisasi

Biarlah diammu menjadi kebenaran.
Biarlah langkahmu yang menjawab semua pertanyaan.
Tak perlu ada yang harus dijelaskan.
Tak perlu ada pembelaan.
Karena inilah hidup.
Yang dipenuhi prasangka.
Baik, buruk adalah sebatas nilai.
Dan penilaian paling agung adalah dari Sang Maha Pencipta.
Lantas, masihkah kau menganggap penilaian manusia yang sempurna?
Tidak, manusia adalah penilai yang subjektif.
Yang terkadang melihat dari satu sudut pandang saja.
Tapi Allah senantiasa memandangmu dari milyaran sisi.
Itulah sebabnya kenapa Allah menerima taubat wanita "pezina" yang memberi minum anjing dan memasukkannya ke dalam surga atas rahmat-Nya.
Sungguh, Allah Maha Pemaaf lagi Maha Lembut.
Sedangkan kita, terkadang bermain dengan ego dan nafsu.
Itulah sebabnya manusia terkadang menilai buruk niat baik kita.
Dalam kondisi seperti ini, ingatlah bahwa Allah tidak pernah tidur (Q.S Al-Baqarah:255).
Dia selalu tahu isi hati kita dan Dia lebih dekat daripada urat leher kita (Q.S Qaaf:16).
Jadi jangan pernah takut dengan penilaian manusia.
Tak perlu menjadi baik hanya untuk dipuji.
Tak perlu menjadi buruk jika tersakiti.
Cukuplah menjadi dirimu sendiri dan melangkah dengan pasti.
Dibawah gerimis tinta
Batu, 24 September 2016
:-)




Komentar

Postingan Populer