TERLAMBAT
Kring…
kring… Kring…
Suara
sepeda bapak dari labirin tua
Melewati
lorong-lorong panjang jalan raya
menuju
ladang harapan, penerang masa
Ayunan demi ayunan, pengguyur cerita
Menemani dentum keringat bapak
Dalam setiap tapak langkahnya
Demi menjemput sang buah hati tercinta
Sepeda
reot tak berdaya
Mogok
ditengah kota
Mematahkan
kaki bapak yang renta
Kegelisahan
menemuinya
Oh… Sepeda tua
Berbanding lurus dengan yang
punya
Tak bisakah kau patuh
padanya
Sekali ini saja…
Butiran
air mata bapak menetes penuh kecewa
Terpenjara
dalam sesal tiada guna
Hingga
bapak terlambat melihat wajah cantiknya


Komentar
Posting Komentar