KURIKULUM BARU UNTUK MASA DEPAN YANG LEBIH MAJU
Nampaknya, kehadiran kurikulum baru dari masa ke masa disambut
dengan berbagai tanggapan hangat maupun dingin dari masyarakat. Tapi semua itu
tidaklah menjadi titik acuan revolusi kurikulum oleh Menteri Pendidikan. Bahkan
muncullah semboyan bergantinya Menteri, bergantilah kurikulum pendidikan. Hal
ini memang tidak bisa ditepiskan akan tetapi perlu kita ketahui bahwasanya
kebijakan dari Menteri Pendidikan untuk pendidikan yang berkaitan dengan
kurikulum baru adalah sarana memajukan pendidikan di Negara kita untuk bisa
bersanding dengan Negara-Negara maju yang lebih dahulu menjadi Elang Permata di
Cakrawala Pendidikan.
Dalam hal ini, M.Nuh Kemendikbud menegaskan
bahwasanya dengan adanya kurikulum baru ini adalah untuk menjadikan generasi
masa depan kita yang lebih baik lagi. Mengingat pada kurikulum-kurikulum
sebelumnya dalam penerapannya yang masih kurang efektif seperti banyaknya
pelajaran yang seharusnya sudah diajarkan tapi nyatanya masih belum diajarkan
sampai sekarang, dan materi yang belum waktunya diajarkan malah diajarkan
terlebih dahulu. Hal ini dirasa membebani peserta didik.
Selain
itu di era yang semakin mengglobal ini, sumber daya alam bukanlah prioritas
pertama kemajuan suatu Bangsa akan tetapi sumber daya manusialah yang
menentukan kemajuan suatu Bangsa. Tidak akan maju suatu Bangsa yang memiliki
sumber daya alam yang melimpah ruah jika sumber daya manusianya masih minim. Dan
dengan adanya tekhnologi yang semakin canggih haruslah dikendalikan oleh
manusia yang mempunyai ketrampilan yang memukau dan kreatifitas yang luar biasa.
Jangan sampai tekhnologi menjadikan manusianya menjadi rusak moral dan
kehilangan identitas diri. Seperti permasalahan-permasalahan bangsa yang semakin
memuncak akhir-akhir ini, karena kurangnya pendidikan karakter, banyak
anak-anak yang seharusnya mengenyam pendidikan di bangku sekolah menjadi
tahanan di kapolsek-kapolsek penjuru tanah air karena memakai narkoba,
berhubugan seks bebas, dan dilema-dilema moral lainnya. Dalam kanca seperti
ini, pendidikanlah yang menjadi sorotan utama. Negara yang Maju adalah Negara
dengan Pendidikan yang Luar biasa. Berkepribadian baik dan berintegritas tinggi
menjadi titik acuan dalam sebuah Identitas Bangsa. Untuk itu dalam menyikapi
permasalahan-permasalahan pendidikan yang ada maka diadakanlah perombakan
kurikulum baru yakni kurikulum 2013.
Kurikulum
2013 yang dicanangkan dan akan diterapkan secara bertahap kepada beberapa
sekolah di Indonesia dalam pertengahan bulan tahun 2013 ini, merupakan
kurikulum yang bagus dengan mengedepankan keaktifan peserta didik dan guru
sebagai mediator dan fasilitatornya. Selain itu, dengan adanya kurikulum 2013
ini, secara langsung guru dan peserta didik akan memperoleh keuntungan
tersendiri. Tidak ada yang membebani maupun yang dibebani. Mengapa? Karena para
guru tidak akan repot-repot lagi menyusun
silabus yang rumit dan penuh konsekuensi sehingga para guru akan lebih
konsentrasi dan terfokus pada proses pembelajaran sedangkan para peserta didik
akan lebih kreatif, produktif, inovatif, dan afektif dimana peserta didik yang
semula diberi tahu akan menjadi peserta didik yang mencari tahu.
Dan untuk
buku-buku panduan guru maupun peserta didik langsung berasal dari Mendikbud
sendiri. Seperti yang dipaparkan oleh M.Nuh pada Rembuk Nasional Pendidikan
Muhammadiyah menghadapi Kurikulum 2013 pada tanggal 16 Februari 2013 di Dome
UMM, “Kedepan para guru tidak akan repot-repot lagi mencari buku. Hanya tinggal
mengajar saja”.
Dalam
konsep kurikulum 2013 ini, untuk kurikulum siswa SD pembelajarannya tidak lagi
menerapkan pada sistem mata pelajaran akan tetapi menerapkan pada program
pembelajaran secara tematik sebagai program yang lebih efisien yang telah
mencakup semua mata pelajaran dimana peserta didik diajak untuk mengenal dan
memahami ilmu dasarnya terlebih dahulu. Dengan begitu, para peserta didik akan
lebih mudah mempelajari pelajarannya. Dan penerapan kurikulum dan program
pembelajaran secara tematik ini, ditujukan kepada anak kelas 1 dan kelas 4 saja,
untuk kelas 2,3,5 dan 6 menggunakan kurikulum yang lama. Selain itu untuk
pelajaran yang kurang efektif dihapuskan seperti mata pelajaran IPA dan IPS. Sedangkan
untuk konsep kurikulum 2013 pada peserta didik SMP dan SMA/SMK program
pembelajarannya masih sama yaitu dengan menerapkan sistem mata pelajaran. Dan
untuk proses pembelajarannya sendiri akan terjadi penambahan jam belajar untuk
menunjang program pembelajaran yang diberikan dalam meningkatkan mutu dan
kualitas pendidikan.
Dilihat
dari konsepnya, kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru yang unik dan unggul
untuk menyongsong masa depan gemilang. Terobosannya tidak lagi pada ranah
kognitif atau hafalan belaka akan tetapi condong dalam menyeimbangkan antara
sikap, keterampilan, dan pengetahuan para peserta didik. Dengan begitu akan
tercetak bibit-bibit unggul bangsa yang mampu membawa nama baik bangsa
Indonesia di seantero belahan dunia.


Komentar
Posting Komentar