MAKALAH
DIBALIK SOSOK SEORANG GURU
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH ISBD
YANG DIBINA OLEH : BAPAK MUHAMMAD HAYAT, S.Sos











Oleh :
Yeni Widayati            (201210070311142)





JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
JANUARI 2013











KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT atas limpahan karunia serta hidayah dan inayah-Nya sehingga saya dapat menyusun dan menyelesaikan Makalah ISBD yang dibimbing oleh Bapak Muhammad Hayat. Sholawat serta salam tidak lupa saya haturkan kepada junjungan kita, Nabiyullah SAW yang telah membawa kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan yang terang benderang.
Penulis menyadari bahwa makalah ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, baik yang berupa saran, kritik, bimbingan maupun bantuan lainnya. Penulis menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Muhammad Hayat selaku dosen pembimbing kami, orang tua saya, dan teman-teman serta pihak-pihak yang telah meluangkan waktunya untuk saya wawancarai.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya pada semua pihak yang telah membantu dan memberikan motivasi serta bimbingan kepada penulis.
Demikian portoolio ini saya buat, penulis menyadari banyak keterbatasan dan kekurangan pada penyelesaian makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun demi meningkatkan wawasan saya dalam menyajikan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini, bermanfaat untuk semua orang yang membacanya. Aamiin.


Malang, 8 Januari 2013
Penulis,














BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Guru adalah seorang pendidik, pembimbing, pengajar, penasehat dan juga merupakan tokoh panutan bagi peserta didiknya. Disini, peran guru sangatlah berpengaruh terhadap terlaksananya sebuah proses pencapaian tujuan pendidikan. Dimana seorang guru hendaklah memiliki skill yang bagus dan juga kepribadian yang baik. Dalam hal ini, seorang guru wajiblah berpenampilan yang pantas. Mengapa demikian? Karena guru merupakan tokoh panutan, dimana setiap gerak-gerik langkahnya selalu diamati oleh semua orang terlebih khusunya oleh peserta didiknya. Bisa kita bayangkan, bagaimana mungkin sebuah proses pengajaran maupun pendidikan bisa berjalan dengan baik jika seorang guru berpenampilan buruk?. Seperti peribahasa yang menyebutkan bahwasanya Guru kencing berdiri, maka murid kencing berlari. Ini artinya setiap langkah seorang guru itu sangat berpengaruh terhadap peserta didiknya.
            Untuk itu seorang guru haruslah memperhatikan penampilannya. Mulai dari penampilan fisik, penampilan di saat mengajar, dan penampilan ketika diluar sekolah. Dari penampilan fisiknya, seorang guru hendaklah berpenampilan yang bersih, rapi, dan tidak berlebihan, karena guru adalah sosok yang bersahaja dan berwibawa. Dan ketika mengajar peserta didiknya, seorang guru haruslah bisa menguasi strategi di dalam kelas untuk bisa menghidupkan kelas agar peserta didik tidak bosan di dalam kelas, mengerti materi pelajaran yang diberikan, mampu berbicara dengan baik, dan mampu mengatasi masalah yang ada di dalam kelas. Selain itu, penampilannya di luar sekolah, juga menjadi sorotan masyarakat sekitar. Oleh karenanya seorang guru haruslah sadar bahwasanya tidak hanya berpenampilan baik di sekolah saja, diluar sekolahpun juga harus berpenampilan baik. Karena dari penampilanlah kita bisa mengetahui kepribadian seseorang terlebih seorang guru yang menjadi panutan peserta didiknya.

B.       Rumusan Masalah
1.      Bagaimana cara berpenampilan yang pantas untuk seorang guru?
2.      Adakah perbedaan antara penampilan seorang guru ketika di sekolah dengan penampilan seorang guru di luar sekolah?
3.      Mengapa seorang guru perlu menjaga penampilannya baik di sekolah maupun di luar sekolah? 

C.      Tujuan
1.      Untuk mengetahui adanya perbedaan penampilan seorang guru ketika di sekolah dengan penampilan seorang guru di luar sekolah.
2.      Untuk mengetahui cara berpenampilan yang pantas bagi seorang guru.
3.      Untuk mengetahui pentingnya bagi seorang guru dalam menjaga penampilannya di sekolah maupun di luar sekolah.



















BAB II
PEMBAHASAN

A.      Cara Berpenampilan yang Pantas untuk Seorang Guru
Penampilan adalah pembentukan diri seseorang baik secara fisik maupun kepribadian yang baik sehingga dapat menimbulkan daya tarik bagi orang yang memandangnya. Cara berpenampilan seseorang sangat mempengaruhi penilaian orang lain terhadapnya. Untuk itu haruslah ada aturan-aturan dalam berpenampilan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih seorang guru, dia harus memperhatikan penampilannya secara baik-baik karena seorang guru adalah panutan bagi peserta didiknya.
Cara berpenampilan yang baik untuk seorang guru meliputi penampilan fisik maupun penampilan kepribadian.
1.        Penampilan Fisik
                        Penampilan fisik seorang guru bisa dilihat dari caranya dalam berpakaian. Seperti kita ketahui bahwasanya seorang guru disaat mengajar peserta didiknya haruslah berpakaian yang bersih, rapi, sopan, enak dipandang dan tidak berlebihan. Tidak berlebihannya disini diartikan bahwasanya untuk seorang guru perempuan hendaklah tidak memakai aksesoris yang berlebihan, make up yang berlebihan sehingga terkesan tidak mau kalah dengan muridnya, dan untuk seorang guru laki-laki tidak memakai cincin emas dan lain sebagainya cukuplah jam tangan saja sebagai aksesorisnya.
                        Dan dalam berpakaian pastilah ada aturan-aturannya sesuai dengan situasi dan kondisinya. Seperti kita tahu bahwasanya di dalam agama Islam juga telah dijelaskan bagaimana cara berpakaian yang baik yaitu hendaklah menutup aurat. Perintah menutup aurat ini telah dijelaskan dalam firman-Nya yakni dalam QS. Al-Ahzab:59.
                        Untuk itu, seorang guru hendaklah mengetahui dan memahami secara benar bagaimana penampilan yang pantas untuknya, bagaimana menyelaraskan antara pakaian yang dikenakan dengan tempatnya. Semisal ketika di sekolah, hendaklah memakai batik ataupun seragam guru sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah.
2.        Penampilan Kepribadian
                        Penampilan kepribadian seorang guru dapat dilihat dari akhlaqnya ataupun budi pekertinya. Seorang guru hendaklah memiliki sifat dan sikap yang baik. Seperti halnya sabar, penyanyang, ramah, sopan, memiliki jiwa keguruan dan kepemimpinan, konsekuen dan berani, bertanggung jawab, berani berkorban dan memiliki jiwa pengabdian. Disamping itu seorang guru haruslah mematuhi norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku serta memiliki semangat membangun dan memiliki hati nurani untuk mengabdi demi peserta didiknya, Bangsa dan Negara, serta seorang guru hendaklah bisa mengatasi masalah di dalam kelas, memotivasi peserta didiknya, mencetak bibit-bibit muda yang unggul untuk membantu proses pembangunan Bangsa.


B.       Penampilan Seorang Guru di Sekolah
     Di sekolah seorang guru hendaklah berpenampilan seseuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah dalam hal pemakaian seragam sekolah. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena guru adalah panutan bagi peserta didiknya. Dan guru hendaklah ramah, sopan, penyanyang, dan sabar terhadap peserta didiknya. Seorang guru juga haruslah selalu bisa menyelesaikan masalah di dalam kelas, memotivasi peserta didiknya dalam belajar, menjadi pembimbing dan pengajar yang baik, melayani dan menjadi fasilitator untuk peserta didiknya, serta bertanggung jawab terhadap terlaksananya kegiatan di dalam kelas.
Untuk berpakaian, seorang guru di Indonesia dapat mengajarkan peserta didiknya memakai batik dalam negeri sebagai perwujudan rasa nasionalisme terhadap Bangsa  Indonesia, dan juga melakukan dialog bahasa local ataupun bahasa daerah masing-masing peserta didik di sela-sela pelajaran sebagai perwujudan pengembangan bahasa peserta didiknya yang dimaksudkan untuk melatih penampilannya dalam hal berbicara. Karena berbicara juga merupakan aspek dari penampilan.
    

C.      Penampilan Seorang Guru di Luar Sekolah
     Di luar sekolah seorang guru hendaklah tetap menjaga penampilannya seperti ia di sekolah. Akan tetapi akan sedikit berbeda karena lingkupannya yang lebih luas. Tidak hanya menyangkut peserta didik akan tetapi mencakup semua orang yang ada di sekelilingnya. Seorang guru ketika berada di luar sekolah akan lebih mudah disoroti masyarakat sekitar. Disini, karena lingkupnya yang non-formal maka seorang guru akan lebih akrab kepada peserta didiknya bahkan ada banyak ruang untuk mendiskusikan sesuatu hal di luar materi pelajaran. Biasanya ada sebagian dari seorang guru yang di lingkungan sekolah, memakai jilbab akan tetapi ketika di lingkungan masyarakat masih belum memakai jilbab. Hal ini akan menjadi perbicaraan hangat ketika seseorang guru tak lagi menjaga penampilannya. Contohnya lagi, ada seorang guru yang memperkosa peserta didiknya di luar sekolah, maka ini adalah sikap atau penampilan yang buruk.
     Sepatutnya sebagai guru tetap konsisten untuk menjaga penampilannya tidak hanya penampilan fisik tetapi juga penampilan kepribadiannya. Dan guru haruslah sadar bahwa dia adalah panutan tidak hanya di sekolah tetapi dia juga merupakan panutan di luar sekolah. Karena bagaimanapun, gelar yang melekat pada dirinya merupakan amanah yang harus dipertanggung jawabkannya. Selain itu, di luar sekolah ataupun di lingkungan masyarakat hendaknya seorang guru lebih peka dan tanggap terhadap permasalahan disekitarnya.
     Tugas seorang guru dalam mendidik tidak hanya di sekolah akan tetapi di luar sekolah dia juga berwewenang untuk mendidik setiap orang disekelilingnya terlebih peserta didiknya. Semisal ketika di jalan, hendaklah guru tetap berpenampilan tegas, berwibawa, dan bersahaja. Tegasnya ketika melihat peserta didiknya berkelahi di jalan maka wajiblah dia menasehati peserta didiknya dan mengarahkannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi meski peserta didik ketika di luar sekolah merupakan tanggung jawab orang tuanya akan tetapi jika seorang guru melihat peserta didiknya yang berpenampilan tidak baik maka wajib untuk mengingatkan dan mengarahkannya.


D.      Pentingnya Menjaga Penampilan bagi Seorang Guru
                 Seorang guru wajib menjaga penampilannya karena guru adalah tokoh panutan bagi peserta didiknya. Jika guru tidak berpenampilan yang baik maka peserta didiknya akan berkelakuan yang tidak baik pula. Selain itu seorang guru adalah seseorang yang bisa diguu dan ditiru. Di gugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani. Untuk itu wajib bagi seorang guru dalam menjaga penampilannya. Baik penampilan fisik maupun penampilan kepribadiannya. Dan sebagai teladan seorang guru akan menjadi sorotan peserta didik serta orang-orang di sekitar lingkunganya, dalam hal sikap dasar, bicara dan gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap melalui pengalaman dan kesalahan, pakaian, hubungan kemanusiaan, dan proses berpikir.


>> Hasil Wawancara
a.      Topik              : Penampilan Seorang Guru
b.     Narasumber   :
-          Indra Kusumaningsih (Guru SMP Muhammadiyah 02 Sidomulyo Kota Batu)
-          Suparti (Guru KB/TK Al-Izzah I Sumberejo Kota Batu)
c.      Waktu             : 8 Januari 2013

Penampilan merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh seseorang baik penampilan fisik maupun penampilan kepribadian. Keduanya sangat mendukung berlangsungnya penilaian orang lain terhadap diri kita. Untuk itu wajiblah bagi seseorang berpenampilan baik dan berpenampilan yang pantas sesuai dengan situasi dan kondisinya.
Sebagai seorang guru, hendaklah memperhatikan penampilannya dengan sebaik-baiknya karena guru adalah panutan bagi peserta didiknya. Menurut Bu Suparti, penampilan seorang guru itu sangat penting. Apalagi ketika di saat mengajar muridnya haruslah yang berpenampilan yang baik. Dan dalam berpakaian hendaklah menggunakan pakaian yang sopan, rapi, dan tidak menggunakan aksesoris ataupun make-up yang berlebihan. Terlebih sebagai seorang guru TK, maka haruslah berhati-hati dalam berpenampilan. Setiap gerak dan gerik kita akan ditiru oleh anak-anak didik kita. Jadi ketika kita menggunakan make-up yang berlebihan, maka anak-anak akan merasa tidak nyaman, mengurangi konsentrasi belajarnya, serta kelihatan lucu nantinya. Dan menjadi guru TK itu haruslah ramah, periang, murah senyum, lebih harus bisa bersabar, penyanyang dan tidak kaku. Dimasa usia anak-anak seperti itu, peranan seorang guru sangatlah penting karena mereka masih membutuhkan kasih saying dan bimbingan serta mereka belum mampu untuk mandiri seratus persen. Tapi juga tidaklah efisien jika seorang guru membantu pekerjaan mereka, hendaklah memberi contoh dan membimbing. Misalnya ketika ingin mengenakan sepatu, seorang guru cukup melihat, mengawasi serta memberitahu seperti ini nak harusnya jadi anak didik tersebut melakukannya sendiri dengan arahan-arahan dari gurunya. Hal inilah yang akan mampu menanamkan sikap kemandirian sejak kecil yang akan bermakna di masa depannya. Dan ketika dirumahpun, seyogyanya seorang guru juga menjaga penampilannya. Karena itu tadi guru adalah panutan tidak hanya di sekolah saja tetapi juga di lingkungan masyarakat.
Menurut Bu Indra, hampir sama dengan bu Suparti akan tetapi karena beliau adalah seorang guru SMP maka seharusnya seorang guru itu berlaku tegas dan mempunyai wibawa. Karena apa, anak SMP adalah anak dalam masa-masa pubertas jadi pengawasannyapun harus lebih diperhatikan dan ketegasan kita sangat diperlukan.
























BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
ü  Penampilan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena penampilan merupakan cermin dari pribadi seseorang.
ü  Penampilan dapat dibagi menjadi 2 aspek yaitu penampilan fisik dan penampilan kepribadian.
ü  Seorang Guru hendaklah berpenampilan yang baik dan sepantasnya.
ü  Seorang guru ketika mengajar haruslah berpenampilan yang bersih, rapi, sopan, dan tidak berlebihan. Di dalam kelas, seorang guru hendaklah mampu mengkondisikan kelas dengan baik, mampu memotivasi siswa, mampu memberikan contoh yang baik melalui keramahannya, kebersahajaanya, rasa penyanyangnya serta rasa tanggung jawabnya terhadap anak didiknya.
ü  Seorang guru ketika diluar sekolah, hendaklah tetap menjaga penampilannya terlebih juga harus ramah, peduli terhadap lingkungan sekitarnya dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma-norma bermasyarakat.
ü  Seorang guru sangat dianjurkan menjaga penampilannya karena guru adalah panutan peserta didiknya serta guru adalah orang yang digugu dan ditiru. Jadi setiap gerak langkahnya merupakan sorotan masyarakat jadi jika seorang guru berlaku baik maka  penilaian masyarakat akan baik kepadanya.


B.       Kritik dan Saran
Dalam kehidupan sehari-hari hendaklah memperhatikan sebuah penampilan karena penampilan merupakan cermin kepribadian seseorang. Terutama seorang guru yang digugu dan ditiru. Sudah seharusnya untuk senantiasa memperhatikan dan menjaga penampilannya dimanapun dan kapanpun.



DAFTAR PUSTAKA



















LAMPIRAN

Ø  Dokumentasi dengan Narasumber
1.      Bu Suparti (Guru KB/TK Al-Izzah I Sumberejo Kota Batu)



  
2.      Bu Indra Kusumaningsih (Guru SMP Muhammadiyah 02 Sidomulyo Kota Batu)












Komentar

Postingan Populer